Penempatan dana negara ini terbukti krusial saat aktivitas ekonomi melambat, seperti yang terjadi pada periode Mei dan Juni 2026. Purbaya menyatakan, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp400 triliun ke perbankan untuk memicu penyaluran kredit yang lebih masif.
"Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi," jelas Purbaya.
Ke depan, Menkeu memastikan bahwa kebijakan fiskal tidak akan lagi bertumpu semata-mata pada belanja langsung pemerintah. Fokus pemerintah kini adalah mengintegrasikan manajemen kas yang lebih adaptif agar likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga, sehingga sektor swasta memiliki ruang luas untuk terus berekspansi dan menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Jadi fiskal ke depan bukan hanya belanja pemerintah saja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” urai Purbaya. (Wahyu Dwi Anggoro)