Bendahara Negara ini justru melihat penurunan harga saham sebagai peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dan pelaku pasar. Ia pun meminta publik untuk tidak panik akan adanya ancaman ekonomi yang ambruk.
"Kemarin itu turun lagi kan, time to buy sebetulnya. Jadi ya enggak usah takut," ujar dia.
Merespons rentetan peringatan dari berbagai lembaga keuangan dunia, mulai dari S&P, Moody’s, Goldman Sachs, hingga MSCI, Purbaya memastikan bahwa pemerintah terus bekerja keras menutup celah kelemahan dalam postur ekonomi nasional.
Sebagai Bendahara Negara, ia secara aktif memantau dinamika pasar dan parameter fiskal guna melakukan perbaikan yang diperlukan secara berkelanjutan.
"Memang fondasinya diperbaiki, betul-betul diperbaiki, saya monitor terus kelemahan-kelemahan ekonomi, yang jelas kita akan perbaiki terus ke depan," tuturnya.