BGN dikabarkan melakukan pemesanan sebanyak lebih dari 21.000 unit hingga 25.000 unit motor listrik yang akan digunakan oleh petugas di lapangan untuk mendistribusikan makanan bergizi.
Proyek pengadaan ini diperkirakan menelan biaya hingga Rp1,2 triliun. Angka yang besar ini memicu kritik di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran belanja negara.
Beberapa pihak mempertanyakan apakah pengadaan kendaraan sebanyak itu merupakan prioritas utama, mengingat fokus utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya terletak pada kualitas nutrisi dan jangkauan distribusi ke anak-anak, bukan pada pengadaan aset kendaraan yang masif di awal program.
Meski anggaran 2026 dipastikan tidak ada, banyak unit motor yang dilaporkan sudah tiba di gudang-gudang penyimpanan namun belum didistribusikan ke SPPG di daerah-daerah, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perencanaan manajemen aset di lembaga baru tersebut.
(NIA DEVIYANA)