"Sekarang ekspansinya seperti apa itu seperti takdir, itu bola kristal yang biasanya akurat ya biasanya mau tumbuhnya berapa nanti kita pikirkan ke depan," kata dia.
Meski fokus mendorong pertumbuhan secara optimal, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan gegabah. Jika laju pertumbuhan menyentuh angka 7 persen, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari risiko ekonomi yang terlalu panas (overheating).
“Nanti kalau sudah 7 persen tentu ada strategi untuk mengubah struktur perekonomian. Sekarang belum dijalankan sekarang (kami) mendorong pertumbuhan ekonomi secara optimal," katanya.
Di tengah ambisi pertumbuhan tersebut, Purbaya memastikan pemerintah tetap memegang teguh prinsip disiplin fiskal dengan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dia meyakini bahwa pertumbuhan tinggi tidak selalu berarti harus menambah beban utang secara berlebihan.
Dia mengambil contoh keberhasilan masa lalu di mana pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, namun rasio utang justru melandai karena sektor swasta berperan aktif sebagai motor penggerak utama.