Purbaya mengisyaratkan bakal menggunakan wewenang fiskal jika efisiensi tarif tidak diindahkan.
"Saya sih ngarepinnya ada kompetisi yang lebih terbuka sehingga harganya lebih terkendali tadi untuk keamanan dan apalah tadi, satu tadi. Tadi kan kita coba minta rayu sedikit siapa, apa namanya? InJourney untuk menunda, tapi dia nggak mau kayaknya. Yaudah, kita bisa aja pajaknya ntar gimana dia," kata Purbaya.
Adapun Purbaya mengaitkan polemik ini dengan keluhan para pelaku usaha jasa ekspedisi yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo).
"Harusnya sih ini penting karena salah satu proses untuk mengendalikan biaya logistik. Apalagi kita banyak antar pulau kan, kalau nggak kan seperti yang dibilang tadi oleh anggota Asperindo, transportasi barang antar pulau jadi mahal. Apalagi nanti kalau nggak terkendali, biayanya kalau satu naik nggak dikendalikan, yang lain akan ikut naik jadi biaya logistiknya semakin mahal," jelasnya.
Menurutnya, lonjakan biaya di satu titik bandara dapat memicu efek domino terhadap biaya logistik secara keseluruhan.