"Jadi kita coba mengendalikan biaya logistik dengan kebijakan yang pas supaya arus barang lebih baik di sini sehingga inflasi juga bisa dikendalikan," tutup Purbaya.
Pelaksanaan sidang de-bottlenecking ini berakar dari maraknya pengaduan pelaku industri logistik terkait munculnya berbagai komponen biaya tambahan (additional surcharge) di bandara.
Selain itu, para penyedia jasa pengiriman mengeluhkan ketidakseragaman skema kalkulasi berat volumetrik antarmaskapai penerbangan.
Formulasi rumus yang berbeda-beda tersebut berujung pada tingginya biaya pengiriman barang lewat jalur udara, sehingga membebani efisiensi rantai pasok nasional. (Febrina Ratna Iskana)