“Tidak mengganggu uang beredar, malah seharusnya lebih baik karena ada dampak multiplier dari belanja pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025 itu juga menegaskan, pemerintah tetap berhati-hati dalam mengelola likuiditas di sistem keuangan. Pemerintah tidak menarik seluruh simpanannya, melainkan masih menempatkan sebagian dana lainnya di sektor perbankan untuk menjaga keseimbangan pasar.
Di samping itu, dia menyebut, defisit anggaran pada 2025 juga meningkat yang diharapkan dapat mendorong ekonomi lebih kuat. Namun, dia memastikan angka defisit masih terkendali dan sesuai dengan ambang batas yang ditetapkan. Data resmi APBN 2025, termasuk realisasi defisit akan diumumkan besok.
“Akan diumumkan hari Senin (5/1/2026). Masih di kisaran target, sekitar 2,75 persen (terhadap PDB), mungkin bergerak sedikit,” kata Purbaya.
(Rahmat Fiansyah)