“Saya ini hanya ingin memberikan message kepada para pejabat-pejabat yang di atas. Bahwa kalau anak buahnya ada ngaco-ngaco, dan mereka (atasan) tidak mendeteksi apa-apa, bukan berarti mereka bisa lepas dari tanggung jawabnya. Ini hanya konfirmasi kepada para pejabat-pejabat bahwa mereka harus mengendalikan orang-orang di bawahnya,” ujar Purbaya.
Purbaya juga menyoroti adanya hambatan internal berupa isu 'backing' atau pelindung bagi oknum-oknum bermasalah yang membuat jajaran di bawahnya segan untuk bertindak. Purbaya mengaku telah mendengar isu tersebut secara samar-samar dan meminta jajarannya untuk berani melapor langsung kepadanya.
"Itu yang saya heran itu gitu. Kalau saya tanya bawahan, kenapa enggak gerak? Ada backing-nya. Siapa backing-nya? Diam. Jadi saya agak bingung. Itu yang saya tegurkan tadi. Kalau ada ya kasih tahu saya. Kita beresin," kata dia.
Dia mengingatkan upaya 'bersih-bersih' ini didukung penuh oleh Kepala Negara demi mengamankan target pendapatan negara dan stabilitas fiskal 2026.