Dari pagu anggaran stabilitas harian sebesar Rp2 triliun yang dialokasikan untuk menyerap Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, nilai yang benar-benar terserap pada hari sebelumnya ternyata baru menyentuh angka Rp600 miliar.
Rendahnya angka realisasi buyback (pembelian kembali) tersebut mengindikasikan gelombang aksi jual oleh investor global tidak semasif yang dikhawatirkan publik.
"Kemarin aja saya sudah targetkan Rp2 triliun, hanya dapat Rp600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," kata Purbaya.
Purbaya menambahkan, aksi senyap pemerintah dalam menjaga harga obligasi negara ini sebenarnya bukan langkah mendadak, melainkan operasi terukur yang sudah digulirkan secara bertahap sejak akhir pekan lalu.