Perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersebut akan memberikan kepastian likuiditas bagi perbankan.
"Rp200 triliun itu kita perpanjang sampai tahun depan, Juli, tidak akan ditarik. Jadi bank lebih tenang," ujarnya.
Purbaya mencatat pertumbuhan base money pada Juli 2026 telah mencapai 18,3 persen. Jika kondisi tersebut tidak mengalami perubahan signifikan, dia memperkirakan pertumbuhan base money pada akhir Agustus masih berada di kisaran yang sama. Tingkat likuiditas tersebut cukup untuk menopang pertumbuhan kredit perbankan di atas 20 persen.
"Ini cukup kalau ditahan terus di situ, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen," katanya.
Dengan likuiditas yang tetap terjaga, Purbaya melihat ruang bagi sektor swasta untuk tumbuh lebih cepat semakin terbuka. Dia menilai koordinasi antara pemerintah dan bank sentral juga menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan likuiditas perbankan tetap memadai.