Kombinasi keduanya berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1 bscfd gas dan 80.000 barel kondensat per hari, sekaligus membuka peluang pembentukan hub produksi ketiga di Cekungan Kutai.
Selain itu, Eni juga tengah mengkaji peningkatan kapasitas likuifaksi di fasilitas Bontang untuk memperpanjang umur operasionalnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi monetisasi sumber daya gas yang semakin besar di wilayah tersebut.
Dalam enam bulan terakhir, Eni telah mengebor empat sumur eksplorasi lain di cekungan yang sama. Aktivitas eksplorasi akan berlanjut dengan satu sumur tambahan pada 2026 dan dua sumur lagi pada 2027.
Blok Ganal sendiri dioperasikan Eni dengan kepemilikan 82 persen, sementara Sinopec memegang 18 persen.
Blok ini nantinya akan masuk dalam portofolio perusahaan patungan Searah, yang dibentuk bersama Petronas untuk memperkuat ekspansi di Asia Tenggara.