sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Eni dan Repsol Kena Dampak Tekanan AS, Pembayaran Gas dari Venezuela Mandek

Economics editor Nia Deviyana
06/01/2026 14:42 WIB
Selama beberapa tahun, perusahaan Italia Eni dan perusahaan Spanyol Repsol memasok Venezuela gas dan nafta dalam jumlah besar.
Eni dan Repsol Kena Dampak Tekanan AS, Pembayaran Gas dari Venezuela Mandek. Foto: The Corner.
Eni dan Repsol Kena Dampak Tekanan AS, Pembayaran Gas dari Venezuela Mandek. Foto: The Corner.

IDXChannel - Dua perusahaan energi terbesar Eropa, Eni dan Repsol, kesulitan menarik kembali pembayaran sekitar USD6 miliar dari Venezuela. Keduanya juga menghadapi sikap tidak peduli dari pejabat Amerika Serikat (AS) terkait utang tersebut, menurut dua sumber yang mengetahui situasi ini dilansir Financial Times, Selasa (6/1/2025).

Selama beberapa tahun, perusahaan Italia Eni dan perusahaan Spanyol Repsol memasok Venezuela gas dan nafta dalam jumlah besar, yang digunakan untuk mengencerkan minyak berat negara itu agar lebih mudah diangkut.

Kedua perusahaan tersebut secara bersama-sama memiliki ladang gas Perla di lepas pantai Venezuela, yang menjadi dasar klaim Repsol bahwa mereka menyediakan sekitar sepertiga pasokan gas yang digunakan untuk pembangkit listrik di negara tersebut.

Hingga Maret tahun lalu, Eni dan Repsol menerima minyak mentah Venezuela sebagai pembayaran atas pasokan gas tersebut. Namun, ketika Washington meningkatkan tekanannya terhadap Caracas, pemerintah AS menyatakan akan menghentikan pembayaran itu dengan mencabut izin khusus operasi bagi seluruh perusahaan asing, sebelum kemudian memberikan pengecualian kepada raksasa minyak AS, Chevron.

Langkah tersebut membuat perusahaan energi asing terpapar risiko sanksi jika tetap menerima pembayaran.

Sejak saat itu, Repsol dan Eni terus memasok gas ke pasar domestik Venezuela tanpa menerima pembayaran dalam bentuk tunai maupun minyak mentah, sehingga utang hanya tercatat sebagai piutang (IOU). Meski telah melakukan lobi intensif, hingga kini belum ada solusi.

Salah satu sumber menyebut kebijakan America First pemerintahan AS berdampak pada perusahaan Eropa, yang merasakan kurangnya urgensi dari Gedung Putih dalam menyelesaikan masalah pembayaran ini.

Analis dari ClearView Energy Partners, Kevin Book, mencatat bahwa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump pada 2019 telah memperkenalkan pengecualian khusus bagi sejumlah perusahaan AS yang beroperasi di Venezuela. 

"Ini bukan strategi baru. Presiden menggunakan istilah American First, dan itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement