Total pembagian dividen kepada pemegang saham untuk 2025 mencapai USD85,5 miliar, karena perusahaan terus memprioritaskan pembayaran dividen meskipun harga minyak mentah turun tahun lalu.
Aramco juga mengumumkan program pembelian kembali saham hingga USD3 miliar selama 18 bulan.
Saham Aramco telah naik tajam dalam beberapa sesi terakhir karena harga minyak melonjak di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Investor kini mengamati apakah eksportir minyak mentah terbesar di dunia ini dapat memanfaatkan lonjakan harga minyak di tengah perang di Iran. (Wahyu Dwi Anggoro)