Imbasnya, beban pembayaran cicilan pokok dan bunga utang kini melonjak signifikan, sehingga memaksa pemerintah untuk mengelola anggaran secara jauh lebih inovatif dan efisien.
Faisal mengingatkan pentingnya menghindari kebocoran serta memangkas pos belanja negara yang tidak mendesak atau rentan mengalami bias manfaat kepada kelompok tertentu ketimbang masyarakat kelas bawah.
Sebagai langkah stimulan, pemerintah juga disarankan untuk merancang skema pemberian insentif yang lebih ramah bagi dunia usaha di sektor-sektor strategis. Pilihan instrumen non-belanja langsung dipandang jauh lebih efektif agar tidak memberikan beban tambahan pada pos pengeluaran anggaran negara secara langsung.
"Jadi utamakan untuk non-direct spending incentives ya pada sektor-sektor ini, baik dalam bentuk potongan pajak, potongan tarif impor, maupun juga subsidi," ujar Faisal.
Dari sisi penerimaan negara, Faisal mengingatkan agar pemerintah jeli memilah sektor potensial dan menghindari pengenaan beban pajak berlebih pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).