Sebagai stimulus pendukung, skema pemberian insentif fiskal bagi sektor-sektor prioritas juga perlu diperbarui agar tidak membebani anggaran belanja negara secara langsung. Dalam hal ini, pemerintah disarankan memaksimalkan instrumen keringanan fiskal non-tunai, seperti pemotongan bea masuk atau tarif pajak tertentu.
"Utamakan untuk non-direct spending incentives pada sektor-sektor ini, baik dalam bentuk potongan pajak, potongan tarif impor, maupun juga subsidi," tutur Faisal.
(NIA DEVIYANA)