Tidak hanya itu, Yuliot menyampaikan, pemilihan jalur pengiriman juga turut menjadi pembahasan, mengingat saat ini konflik masih berlangsung antara Amerika Serikat dengan Iran.
Namun, di satu sisi pemilihan jalur juga menimbang aspek efisiensi agar biaya pengiriman tidak memakan biaya mahal.
"Saat ini dalam tahap pembahasan bagaimana cara mengimpornya, apakah langsung Perusahaan Negara atau BLU. Kita siapkan regulasinya. Termasuk pada saat impor jalur mana yang akan digunakan," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, kebutuhan minyak mentah Indonesia setiap tahunnya mencapai angka 300 juta barel. Sementara konsumsi harian mencapai 1,6 juta barel. Kapasitas produksi Indonesia baru di angka 600 ribu barel per hari. Sehingga masih banyak memerlukan tambahan minyak dari luar.