Menurut Rosan, percepatan program tersebut dilakukan secara terukur dengan dukungan investasi yang kuat serta kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya dapat segera dirasakan.
"Kami memastikan percepatan ini berjalan terukur, berbasis investasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, untuk segera mengurangi beban sampah sekaligus menghadirkan energi bagi sejumlah wilayah di Indonesia," ujar Rosan.
Sebelumnya, Danantara telah menetapkan dua perusahaan asal China sebagai mitra operator proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-toEnergy (WtE) di Bekasi dan Denpasar.
Kedua perusahaan tersebut, antara lain Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi, sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. ditunjuk untuk mengoperasikan fasilitas serupa di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya.
(Dhera Arizona)