AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Rute Domestik Garuda (GIAA) Bakal Diambil Alih, Pengamat: Itu Kewenangan Kemenhub

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Senin, 29 November 2021 08:45 WIB
Semua maskapai dapat mengantikan atau mengambil alih rute penerbangan domestik dengan catatan telah memenuhi persyaratan dan permohonan izin terbang.
Rute Domestik Garuda (GIAA) Bakal Diambil Alih, Pengamat: Itu Kewenangan Kemenhub (FOTO:MNC Media)
Rute Domestik Garuda (GIAA) Bakal Diambil Alih, Pengamat: Itu Kewenangan Kemenhub (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, rute domestik garuda indonesia yang rencananya akan digantikan oleh dua maskapai lokal Pelita Air dan Trans Nusa merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan.  

Alvin mengatakan semua maskapai dapat mengantikan atau mengambil alih rute penerbangan domestik dengan catatan telah memenuhi persyaratan dan permohonan izin terbang.  

“Yang pertama mengenai rute penerbangan Garuda itu tidak diambil alih oleh Airlines lain. Untuk izin rute itu merupakan kewenangan dari Kementerian Perhubungan,” kata Alvin lie saat dihubungi MNC PORTAL, Senin  (29/11/2021). 

Jika satu rute itu tidak diterbangi selama 7 hari berturut-turut maka Kementerian Perhubungan berhak mencabut izin rute tersebut 

“Nah, apabila kebutuhan penumpang itu cukup besar tentunya rute yang izinnya dicabut itu terbuka untuk Airlines lain untuk bisa mengajukan menerbangi rute yang bisa menggantikan tersebut,” jelasnya. 

Dengan demikian, tak hanya maskapai Pelita Air maupun Trans Nusa semua berpotensi untuk mengambil alih rute penerbangan, tapi mereka  diketahui sampai saat ini telah mengajukan permohonan.  

“Pelita Air tentunya juga masih butuh waktu karena mereka dalam proses pesan pesawat Airbus 320 dan saat ini belum siap untuk dioperasikan, TransNusa demikian juga Karena rute-rute yang tidak diterbangi Garuda pada umumnya diterbangi jet,”urainya. 

Kedepan, jika TransNusa dan Pelita Air itu memenuhi persyaratan hantunya icen roda akan diberikan oleh Kementerian Perhubungan rute-rute lain bukan hanya yang tidak diperbarui garuda.  

“Misalnya ada rute baru yang memang secara bisnis itu dapat dilakukan sudah dilakukan kajian kebutuhan para penumpang besarnya pasar nanti akan di pertimbangkan nya jumlah penumpang potensi penumpang kemudian frekuensi penerbangan Berapa kali dalam seminggu dan juga pesawat yang akan digunakan ini juga akan dicocokkan dengan kapasitas bandara,” tandasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD