AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Sambut Transaksi Digital, 236 Pedagang Pasar Cimahi Siapkan Scan Barcode

ECONOMICS
Adi Haryanto
Jum'at, 19 November 2021 21:35 WIB
Pedagang di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, mulai beralih menggunakan transaksi jual beli digital dengan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).
Sambut Transaksi Digital, 236 Pedagang Pasar Cimahi Siapkan Scan Barcode
Sambut Transaksi Digital, 236 Pedagang Pasar Cimahi Siapkan Scan Barcode

IDXChannel - Pedagang di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, mulai beralih menggunakan transaksi jual beli digital dengan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).

Berdasarkan data UPTD Pasar, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkopepind) Kota Cimahi, sudah ada sekitar 236 pedagang di Pasar Atas Baru yang sudah menyediakan scan barcode.

"Sistem transaksi digital (online) ini sebetulnya sudah dimulai sejak pandemi COVID-19. Tapi kalau pakai barcode, itu baru diresmikan," kata Kepala Sub Bagian TU, UPTD Pasar Cimahi, Andri Gunawan, Jumat (19/11/2021).

Andri menjelaskan, transaksi digital tersebut sudah berlaku untuk aktivitas jual beli berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Termasuk akan diberlakukan juga untuk pembayaran retribusi pasar. Sehingga transaksi pembayaran lebih efisien dan mendorong inklusi keuangan di pasar tradisional lebih cepat.

Meski sudah beralih ke non tunai namun sistem transaksi digital tak akan menghilangkan kebiasaan tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Selain itu pola ini tidak akan menghilangkan transaksi manual. Mengingat masih ada sekitar 200 pedagang yang belum menyiapkan QRIS di kiosnya.

"Memang tidak bisa sekaligus, karena tidak semua pedagang maupun pembeli paham. Jadi butuh waktu untuk mengubah kebiasaan, tidak bisa instan," kata dia.

Salah seorang pedagang, Hana mengakui, sistem transaksi online di Pasar Atas Baru sudah dimulai sejak pandemi COVID-19 mewabah tahun 2020. Kemudian dikembangkan menggunakan barcode. Bagi dirinya hal itu cukup membantu karena lebih praktis dan tidak harus menyediakan uang kembalian.

"Kalau buat saya pribadi sangat memudahkan dan lebih aman. Jadi kan uangnya langsung masuk ke tabungan. Walau transaksi manual juga masih saya terima," terangnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD