AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Satgas Sebut WNI dari Luar Negeri Boleh Masuk RI, Ini Penjelasannya

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Jum'at, 03 Desember 2021 06:17 WIB
Warga negara negara Indonesia yang berasal dari negara transmisi varian omicron tetap bisa masuk tanah air dengan masa karantina lebih lama yakni 14 hari.
Satgas Sebut WNI dari Luar Negeri Boleh Masuk RI, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)
Satgas Sebut WNI dari Luar Negeri Boleh Masuk RI, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, warga negara negara Indonesia yang berasal dari negara transmisi varian omicron tetap bisa masuk tanah air dengan masa karantina lebih lama yakni 14 hari. 

Alasannya adalah negara tidak boleh menolak masuk warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri. 

“Untuk warga negara Indonesia berdasarkan kebijakan yg sama merujuk pada UU Imigrasi No.6/2011 pasal 14 ayat 1 bahwa setiap Warga Negara Indonesia tidak dapat ditolak masuk wilayah Indonesia kecuali karena alasan keimigrasian tertentu,” katanya dalam konferensi persnya, Kamis (2/12/2021). 

Sampai saat ini peraturan untuk pelaku perjalanan internasional masih mengacu kepada surat edaran Satgas No.23/2021 yaitu dengan membatasi kedatangan warga negara asing (WNA). 

Khususnya yang telah melakukan perjalanan ke negara yg mengalami transmisi komunitas varian omicron selama 14 hari terakhir. 

Sedangkan untuk warga negara asing dengan wilayah perjalanan lainnya diperbolehkan masuk dengan beberapa syarat yg harus dipenuhi. 

“Diantaranya berasal dari negara dengan skema perjanjian bilateral atau skema travel corridor arrangement, pemegang visa diplomatik dan dinas, menteri ke atas beserta rombongan untuk kunjungan kenegaraan dan kemudian delegasi negara G20, kemudian pemegang Kitas atau Kitap, dengan tujuan wisata dari negara non risiko transmisi omicron,” jelasnya. 

Wiku mengatakan bahwa pada prinsipnya penyusunan kebijakan lamanya karantina telah menimbang berbagai spektrum. Baik kondisi kasus, hubungan diplomasi, pertahanan dan keamanan serta pemenuhan hak warga negara. 

“Ke depannya tidak menutup kemungkinan  adanya dinamika kebijakan demi peraturan yang adaptif dan efektif,” pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD