"Kemudian yang tidak puas atau kurang puas. Bulan Juli itu sekitar 36 persen. Di bulan september itu mencapai 34 persen. Jadi yang kurang puas turun dibanding bulan Juli," tutur dia melanjutkan.
Burhanuddin tak mengetahui secara pasti hal apa yang membuat peningkatan kepuasan itu mengalami peningkatan meskipun angkanya masih sangat kecil. Akan tetapi, ia menduga hal ini lantaran kebijakan PPKM yang telah memberikan dampak positif dari sisi kesehatan masyarakat.
"Tetapi intinya ada peningkatan kepuasan terhadap presiden terkait penanganan covid, terutama kita lihat survei di bulan September," pungkasnya.
Untuk diketahui, survei ini menggunakan kontak telepon kepara responden, dengan melibatkan sebanyak 1.200 responden. Adapun, metode yang digunakan melalui simple random sampling, dengan menggunakan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. (TYO)