AALI
8450
ABBA
224
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
620
ACST
188
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
166
ADRO
4180
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
100
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1590
AKRA
1420
AKSI
320
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
169
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.75
0.23%
+1.21
IHSG
7086.92
0.16%
+11.54
LQ45
1013.34
0.17%
+1.71
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Sediakan 43,66 Juta Vaksin PMK, Kementan Anggarkan Rp2,8 Triliun

ECONOMICS
Kiswondari Pawiro
Senin, 27 Juni 2022 15:46 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) telah menganggarkan sebesar Rp2,8 triliun dari total anggaran sebanyak Rp4,42 triliun untuk menyediakan 43,66 juta vaksin PMK.
Sediakan 43,66 Juta Vaksin PMK, Kementan Anggarkan Rp2,8 Triliun. (Foto: MNC Media)
Sediakan 43,66 Juta Vaksin PMK, Kementan Anggarkan Rp2,8 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi mempersiapkan 43,66 juta vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), Kementerian Pertanian (Kementan) telah menganggarkan sebesar Rp2,8 triliun dari total anggaran sebanyak Rp4,42 triliun,

Namun, anggaran tersebut ingin ditingkatkan menjadi Rp 4,66 triliun, dan sebagian di antaranya diperuntukkan untuk pengadaan vaksin PMK sampai dengan dosis ketiga (booster).

"Sesuai dengan rumusan atau kesimpulan Raker 13 Juni Komisi IV DPR RI menerima penjelasan dan mendukung di dalam kerangka terkait dengan kebutuhan anggaran tahun 2022, untuk penganggaran pengendalian penyakit PMK sebesar Rp ,415 triliun," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

"Dari Rp4,42 tersebut kemudian kami lakukan usulan itu kepada Menteri Koordinator Perekonomian dan juga Menteri Keuangan sejumlah Rp4,42 triliun tersebut. Nah kemudian perkembangan terbaru, rakortas pada tanggal 22 Juni kami melakukan revaluasi lagi terhadap usulan tersebut. Sehingga anggarannya secara rinci kami sampaikan di layar ini totalnya adalah Rp4,66 triliun," sambungnya.

Untuk pengadaan vaksin PMK dan sarana pendukungnya, Kasdi menjelaskan, nilai anggarannya Rp2,837 triliun. Dan dari vaksin ini, total dua kali vaksin ditambah satu kali vaksin booster, sehingga jumlahnya 43,66 juta dosis.

"Jumlah dosisnya 43,66 juta dosis yang akan kita adakan di dalam kerangka untuk vaksinasi daripada ternak kita. Kemudian juga di situ dapat vitamin dan obat-obatan ada 3,3 juta, disinfektan 312 kilogram, kemudian logistik pendukung vaksinasi dan kerangka untuk distribusi vaksin dan vaksin kita," paparnya.

Kemudian rantai dingin dan coolbox, Kasdi melanjutkan, Kementan menganggarakan untuk distribusi vaksin kit, kemudian pengujian cepat pra vaksinasi, dan alat serta mesin produksi vaksin yang dianggarkan di dalam kerangka mendukung pembuatan vaksin.

"Dan pengambilan serta pengujian PMK itu yang berkait dengan rincian, untuk pengadaan vaksin dan sarana pendukungnya," terangnya.

Selain itu, kata Kasdi, berkaitan dengan operasional nilainya Rp 866 miliar. Terdiri dari operasional vaksinasi dua kali vaksin untuk tahun ini, kemudian booster untuk diterapkan di tahun depan.

Kasdi menambahkan, komponen operasional pengobatan juga dianggarkan untuk bio security OPT perbibitan, bio security pasar hewan dan tingkat desa, serta pelatihan petugas vaksinasi. Masing-masing dirinci untuk dianggarkan dalam kaitannya dengan operasionalisasi vaksinasi.

"Untuk pendataan ternak juga kami anggarkan Rp570 miliar rupiah pendataan dan penandaan ternak. Kami melaporkan Bapak Ibu sekalian bahwa setelah divaksin nanti ada yang kita apa kita sematkan eartag di dalam telinga apa ternak yang sudah divaksinasi," terang Kasdi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD