“Dulu kami bertani lebih banyak berdasarkan pengalaman. Seiring waktu, kami belajar banyak dari tim EWINDO mengenai cara budidaya yang lebih tepat dan efisien. Pendampingan yang diberikan membantu kami memahami teknologi budidaya yang terus berkembang, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Dengan penerapan teknologi yang lebih baik, hasil yang kami peroleh juga semakin meningkat,” ujar Misno.
Dia menambahkan bahwa penggunaan benih unggul semangka AMARA F1 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan usaha taninya. Karakter buah yang besar, produktivitas tinggi, serta ketahanannya terhadap berbagai tantangan budidaya membuat varietas tersebut semakin dipercaya oleh petani di wilayahnya.
“AMARA F1 sudah menjadi bagian dari perjalanan usaha tani kami. Buahnya besar, hasilnya memuaskan, dan pasarnya juga bagus. Yang paling penting, kami tidak hanya mendapatkan benih, tetapi juga pendampingan yang membantu kami terus berkembang. Karena itu, sampai sekarang saya tetap percaya dan tumbuh bersama EWINDO,” katanya.
Semangka AMARA F1 mampu menghasilkan buah berukuran besar dengan potensi bobot mencapai 7 hingga 9 kilogram per buah. Dalam kondisi budidaya yang optimal, varietas ini memiliki potensi hasil sangat tinggi yaitu 33 hingga 39 ton per hektar.
Selain produktivitas yang tinggi, AMARA F1 juga memiliki umur panen yang relatif cepat, yaitu sekitar 58 hingga 62 hari setelah tanam. Karakter ini memberikan keuntungan bagi petani karena memungkinkan percepatan siklus produksi dan perputaran usaha tani yang lebih efisien.