sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026

Economics editor Nia Deviyana
03/07/2026 10:34 WIB
Meskipun neraca perdagangan Mei mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar akibat peningkatan defisit sektor migas, secara kumulatif periode Januari–Mei 2026.
Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026. Foto: iNews Media Group.
Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026. Foto: iNews Media Group.

Di tengah tekanan pada sektor migas, perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus USD2,15 miliar pada Mei 2026. Tiga komoditas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27) senilai USD2,54 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar USD2,21 miliar, serta besi dan baja (HS 72) sebesar USD1,38 miliar.

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, surplus nonmigas terutama disumbang oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai USD13,92 miliar, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar USD10,88 miliar, dan besi serta baja (HS 72) sebesar USD 7,09 miliar. Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai USD8,47 miliar, diikuti India sebesar USD5,34 miliar, dan Filipina sebesar USD3,42 miliar.

Ekspor Industri Pengolahan Tetap Menjadi Motor Pertumbuhan

Pada Mei 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD23,20 miliar, turun 8,30 persen dibandingkan April 2026 (MtM) dan turun 5,73 persen dibandingkan Mei 2025 (YoY). Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, ekspor Indonesia mencapai USD115,36 miliar atau tumbuh 3,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat 3,89 persen (CtC) menjadi USD110,19 miliar, sementara ekspor migas tercatat sebesar USD5,17 miliar atau turun 12,71 persen (CtC).

Budi menegaskan, industri pengolahan tetap menjadi penopang utama ekspor nasional. Kinerja ekspor industri pengolahan yang terus tumbuh menunjukkan hilirisasi dan penguatan daya saing produk manufaktur Indonesia semakin memberikan hasil positif. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement