Sementara berdasarkan komoditas, peningkatan impor nonmigas tertinggi terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) yang melonjak 808,56 persen, diikuti garam, belerang, batu dan semen (HS 25) sebesar 73,94 persen, bijih logam, terak dan abu (HS 26) sebesar 58,63 persen, bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 40,48 persen, serta berbagai produk kimia (HS 38) sebesar 34,94 persen (CtC).
Dari sisi negara asal, impor nonmigas Indonesia masih didominasi China, Jepang, dan Australia dengan kontribusi gabungan mencapai 52,68 persen. Sementara itu, pertumbuhan impor nonmigas tertinggi berasal dari Meksiko yang meningkat 247,36 persen, Perancis 193,63 persen, dan Spanyol 88,33 persen (CtC).
(NIA DEVIYANA)