sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026

Economics editor Nia Deviyana
03/07/2026 10:34 WIB
Meskipun neraca perdagangan Mei mencatatkan defisit sebesar USD1,61 miliar akibat peningkatan defisit sektor migas, secara kumulatif periode Januari–Mei 2026.
Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026. Foto: iNews Media Group.
Sektor Nonmigas Topang Kinerja Perdagangan RI Januari-Mei 2026. Foto: iNews Media Group.

Impor Barang Modal Tumbuh Seiring Peningkatan Aktivitas Produksi

Pada Mei 2026, nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD24,81 miliar, turun 1,59 persen dibandingkan April 2026 (MtM), namun meningkat 22,16 persen dibandingkan Mei 2025 (YoY). Penurunan bulanan terjadi seiring melemahnya impor migas maupun nonmigas.

Mendag Busan menjelaskan, pelemahan impor pada Mei 2026 terutama berasal dari penurunan impor barang konsumsi sebesar 8,42 persen dan bahan baku/penolong sebesar 5,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MtM). Sebaliknya, impor barang modal meningkat signifikan sebesar 21,12 persen (MtM).

"Kenaikan impor barang modal mencerminkan menguatnya aktivitas investasi dan kapasitas produksi nasional. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing industri serta ekspor Indonesia ke depan," ujar Budi.

Selama Januari–Mei 2026, nilai impor Indonesia mencapai USD 111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Kenaikan tersebut ditopang impor migas sebesar 27,89 persen dan nonmigas sebesar 13,16 persen (CtC).

Berdasarkan golongan penggunaan barang (BEC), seluruh komponen impor mengalami pertumbuhan, yakni barang modal sebesar 17,53 persen, barang konsumsi 17,05 persen, dan bahan baku/penolong 14,41 persen (CtC). 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement