sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selain Mineral Kritis, RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Nuklir dengan AS

Economics editor Tangguh Yudha
20/02/2026 21:36 WIB
Indonesia terbuka terhadap investasi dan transfer teknologi, baik dalam pengembangan mineral kritis maupun sektor energi nuklir.
Selain Mineral Kritis, RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Nuklir dengan AS. Foto: iNews Media Group.
Selain Mineral Kritis, RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Nuklir dengan AS. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama pengembangan energi nuklir dengan Amerika Serikat (AS), menyusul disepakatinya perjanjian dagang agreement on reciprocal trade (ART) antara kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia terbuka terhadap investasi dan transfer teknologi, baik dalam pengembangan mineral kritis maupun sektor energi nuklir.

"Mineral kritis kita sudah sebutkan, bahwa itu adalah terkait dengan industrial mineral. Artinya ada secondary process, dan Indonesia terbuka untuk kerja sama investasi maupun teknologi, baik critical mineral maupun rare earth," katanya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (20/2/2026).

Selain mineral, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan Small Modular Reactor (SMR) nuklir. Airlangga mengungkapkan bahwa saat ini juga telah ada nota kesepahaman antara Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pihak AS.

"Di samping itu juga kita membuka kerja sama untuk pengembagan Small Modular Reactor Nuklir yang saat sekarang kita sudah PLN dan juga Amerika Sudah ada kerjasama Memorandum of Understanding, dan Study Visibility dengan new scale," kata Airlangga.

Untuk diketahui, SMR merupakan teknologi reaktor nuklir skala kecil yang dinilai lebih fleksibel dan efisien dibandingkan pembangkit nuklir konvensional. Teknologi ini berpotensi mendukung kebutuhan listrik nasional, terutama untuk kawasan industri maupun wilayah yang membutuhkan pasokan energi stabil dan rendah emisi.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement