AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.51
0.4%
+2.15
IHSG
7103.58
0.15%
+10.31
LQ45
1009.34
0.35%
+3.55
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Selama 10 Tahun, Perusahaan Chairul Tanjung Disebut Tak Terima Dividen Garuda

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 01 Desember 2021 20:35 WIB
Peter F Gontha, mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyebut sejak 2012 PT Trans Airways tidak menerima dividen dari BUMN tersebut.
Peter F Gontha, mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyebut sejak 2012 PT Trans Airways tidak menerima dividen  dari BUMN tersebut. (Foto:MNC)
Peter F Gontha, mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyebut sejak 2012 PT Trans Airways tidak menerima dividen dari BUMN tersebut. (Foto:MNC)

IDXChannel - Peter F Gontha, mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menyebut sejak 2012 PT Trans Airways tidak menerima dividen dari emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Perkaranya, perusahaan kerap membukukan kerugian.

Peter mencatat, sejak dirinya mewakili Trans Airways selaku pemegang saham minoritas di struktur Dewan Komisaris Garuda Indonesia, pihaknya tidak pernah menerima dividen atas kinerja maskapai penerbangan pelat merah itu. 

"Pernah gak dapet dividen? Belum (dapat), gak pernah ada pembagian dividen, ya selama saya di situ dari 2012 sampai sekarang gak pernah ada pembagian dividen," ujar Piter saat ditemui di kawasan gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/12/2021). 

Trans Airways merupakan perusahaan milik pengusaha Chairul Tanjung (CT) dan tercatat memiliki saham mencapai 28,2 persen, sementara saham negara sebesar 60,5 persen, dan sisanya milik publik sebesar 11,1 persen. 

Selain tak menerima dividen, Chairul Tanjung justru menerima kerugian sebesar Rp11,2 triliun. Kerugian tersebut sejalan dengan pembukuan utang Garuda yang menyentuh angka Rp139 triliun.

Di lain sisi, Peter mengaku, dirinya selalu memberikan laporan mengenai keadaan Darurat kepada CT. Hanya saja, CT tidak pernah memberikan komentar. 

"Iya pasti dong (melaporkan). Pak CT cuma menyerahkan kepada saya, dia tidak pernah menanyakan, dia tidak pernah memberikan komentar. Selama saya masih di dalam jalur yang benar Pak CT ya diam saja," katanyam 

Peter mengatakan, CT mengetahui permasalahan di internal Garuda. Namun, tidak bisa melakukan apa-apa karena yang menentukan arah perusahaan adalah pemegang saham mayoritas atau Kementerian BUMN. 

Peter juga mengaku memberikan masukan kepada direksi Garuda Indonesia ihwal penyelesaian permasalahan keuangannya. Namun, masukan itu tidak pernah didengarkan. 

"Jadi sebetulnya kalau saya boleh berterus terang, suara saya tidak didengar. Meskipun kita adalah pemegang saham yang masuk uang cash langsung (USD350 juta) sendiri dan kalah dengan yang tidak keluar uang, yang mewakili sebetulnya," tutur dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD