sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: Stok BBM Kita Aman, Enggak Perlu Panik

Economics editor Achmad Al Fiqri
06/03/2026 21:54 WIB
Bahlil menjamin pasokan BBM dalam negeri aman terkendali meski Selat Hormuz ditutup akibat konflik AS-Israel dan Iran.
Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: Stok BBM Kita Aman, Enggak Perlu Panik. (Foto: Achmad Al Fiqri/iNews Media Group)
Selat Hormuz Ditutup, Bahlil: Stok BBM Kita Aman, Enggak Perlu Panik. (Foto: Achmad Al Fiqri/iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri aman terkendali meski Selat Hormuz ditutup akibat konflik AS-Israel dan Iran.

Pernyataan itu dilontarkan Bahlil sebagai respons terhadap panic buying BBM di masyarakat pasca Iran menutup Selat Hormuz. Ia berkata, cadangan minyak dalam negeri bisa bertahan di atas 20 hari.

"Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang, dari dulu," kata Bahlil saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

Bahli menjelaskan, standar minimal cadangan minyak dalam negeri 20 hari. Dengan demikian, ia memastikan, cadangan minyak dalam negeri aman.

"Sekarang (cadangan) minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," tuturnya.

Sebelumnya, terjadi panic buying BBM di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh setelah muncul kekhawatiran terkait ketersediaan stok BBM. Tampak antrean panjang kendaraan dan warga yang membawa jeriken untuk membeli BBM di SPBU Jalan Lintang, Takengon pada Rabu (4/3/2026) sore hingga malam. 

Ratusan warga tampak memadati area SPBU dengan membawa jeriken untuk mendapatkan BBM di tengah antrean panjang kendaraan. Antrean sepeda motor maupun mobil bahkan mengular hingga ratusan meter dari pintu masuk SPBU hingga ke badan jalan.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement