Direktur Utama PNM Kindaris menilai bahwa indikator keberhasilan perusahaan tidak hanya tercermin dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan nasabah untuk tumbuh secara mandiri.
"Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," jelas Kindaris.
Model bisnis tersebut telah menjadi karakteristik PNM sejak berdiri pada 1999, dengan mengembangkan tiga bentuk modal secara bersamaan, yaitu modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai akses terhadap modal usaha, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring, serta penguatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dengan mayoritas nasabah bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, hingga jasa, PNM memegang peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput. Memasuki Semester II-2026, perusahaan diperkirakan akan terus memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memperkuat kualitas pemberdayaan sebagai bagian dari agenda mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Wahyu Dwi Anggoro)