Rusia juga telah kehilangan 278 pesawat tempur, yang harganya rata-rata USD18 juta, dan 261 helikopter, dengan harga rata-rata USD10,4 juta. Total kerugian penerbangan Rusia mencapai USD8 miliar.
Di sisi Ukraina, negara ini banyak mengandalkan bantuan dari negara lain untuk membiayai perang, terutama negara-negara anggota NATO.
Baru-baru ini, presiden AS Joe Biden umumkan tambahan bantuan senilai USD500 juta dari Amerika Serikat untuk Ukraina, dalam kunjungan mendadaknya ke Kyiv pada Senin (20/2). Bantuan itu termasuk untuk peluru meriam howitzer, misil anti-tank, radar pengawas udara.
Sejak perang dimulai hingga awal 2023, pemerintahan Biden dan Kongres AS telah mengarahkan hampir lebih dari USD75 miliar bantuan ke Ukraina, yang mencakup dukungan kemanusiaan, keuangan, dan militer, menurut Kiel Institute for the World Economy, sebuah lembaga penelitian Jerman.

Tak hanya dari AS, Ukraina juga mendapat dukungan dari beberapa negara seperti dari Prancis, Inggris dan aliansi Barat lainnya.
Sebagian besar bantuan digunakan untuk menyediakan sistem senjata, pelatihan, dan intelijen yang dibutuhkan petinggi militer Ukraina untuk bertahan melawan Rusia, yang merupakan salah satu negara dengan dengan kekuatan militer terkuat dunia.
Banyak analis Barat mengatakan bantuan militer yang diberikan oleh AS dan sekutu lainnya telah memainkan peran penting dalam pertahanan dan serangan balik Ukraina terhadap Rusia. (ADF)