"Saya menantikan kerja sama yang erat dengan para mitra, pemerintah, pelanggan, serta masyarakat untuk mewujudkan aspirasi kami dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar Andri.
Sementara itu, Ingrid yang masa jabatannya berakhir sebagai Presiden Direktur akan tetap di Shell untuk menjalankan peran barunya sebagai General Manager Mobility. Dia juga tetap menjalankan kepemimpinan yang penting selama periode ini dengan fokus pada keberlangsungan operasional bisnis serta memastikan transisi yang berjalan dengan lancar dan sukses.
Sebagai informasi, pada Mei 2025, Shell Indonesia yang dimiliki penuh oleh Shell plc melepas bisnis SPBU kepada perusahaan patungan yang dibentuk Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Namun, Shell mempertahankan bisnis pelumasnya.
Proses akuisisi ini ditargetkan tuntas pada 2026. Meski begitu, merek Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek dan pasokan BBM untuk memastikan produk tetap berkualitas tinggi.
Saat ini, Shell Indonesi memiliki sekitar 200 titik SPBU di mana 160 di antaranya dimiliki perusahaan dan sisanya kerja sama dengan investor.