sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Percaya Rupiah Bakal Lebih Kuat dalam 2-3 Bulan ke Depan, Ini Alasannya

Economics editor Tangguh Yudha
31/05/2026 21:00 WIB
Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman.
Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. (Foto: Dok. Kemenkeu)
Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. (Foto: Dok. Kemenkeu)

IDXChannel - Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. Dalam hitungan bulan, kurs rupiah diproyeksikan menguat melawan greenback.

Kurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa minggu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai USD1 setara Rp17.823, yang mencerminkan tekanan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga cukup agresif.

Sejak awal 2026, kurs rupiah melemah 6,6 persen terhadap dolar AS, menjadikan mata uang Garuda menjadi salah satu yang terlemah di kawasan Asia. Untuk Mei 2026 saja, rupiah terkoreksi sekitar 3 persen.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apa yang terjadi pada kurs rupiah saat ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Dia menilai, ekonomi domestik yang solid akan memperkuat rupiah dalam jangka menengah dan panjang.

Purbaya juga mengklaim Indonesia masih memiliki kinerja pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Bahkan, menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen berada di posisi kedua di antara negara-negara anggota G20 setelah India.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement