Sebelumnya, pada Kamis (5/2), Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski tetap mempertahankan rating di level Baa2 atau masih dalam kategori investment grade.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penurunan outlook terutama dipicu oleh ketidakpastian kebijakan, meningkatnya risiko fiskal, serta tekanan terhadap kredibilitas tata kelola, meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai relatif solid.
BRI Danareksa menekankan bahwa langkah Moody’s ini bukan merupakan penurunan peringkat kredit, namun perubahan outlook berpotensi meningkatkan persepsi risiko Indonesia di mata investor global.
Dari sisi pasar, sentimen tersebut mendorong sikap risk-off di kalangan pelaku pasar. IHSG pun dibuka melemah pada perdagangan hari ini, seiring investor memilih bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan kebijakan dan respons pemerintah ke depan. (Aldo Fernando)