AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Sri Mulyani Ingin Banyak Pembangkit EBT, Tapi Berat Bagi PLN

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 11 Juni 2021 13:47 WIB
Pemerintah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen. Salah satunya dengan memperbanyak pembangkit listrik energi baru terbarukan.
Sri Mulyani Ingin Banyak Pembangkit EBT, Tapi Berat Bagi PLN (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen. Salah satunya dengan memperbanyak pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), tetapi hal ini tidak mudah terutama bagi PT PLN (Persero).

Menurut Sri Mulyani, pengurangan emisi karbon hanya bisa dilakukan apabila pembangkit listrik beralis ke energi terbarukan. Dengan demikian hal ini menjadi tantangan bagi PLN.

"Transisi ini tidak mudah bagi PLN. Terutama sebagai perusahaan monopoli di bidang kelistrikan di Indonesia," ujar Sri Muyani dalam video virtual, Jakarta, Jumat (11/6/2021) 

Kata dia,  Indonesia memiliki komitmen mencapai porsi energi terbarukan sebesar 23 persen  pada 2025. Kebutuhan tersebut bisa menyulitkan PLN dari sisi biaya pembangkit listrik energi terbarukan. 

"Itu merupakan suatu komitmen yang memiliki konsekuensi keuangan luar biasa bagi PLN. Apalagi kalau kita lihat hari ini dalam kondisi Covid-19, di mana permintaan terhadap listrik menurun," imbuhnya.

Lanjutnya, pemerintah mengarahkan kebijakan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui pemberian stimulus. 

Menurutnya, stimulus serupa juga akan diberikan kepada bidang usaha yang ramah lingkungan. Beberapa stimulus yang telah tersedia yakni tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk impor, pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah (DTP), serta pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk mendukung pengembangan proyek tenaga listrik bertenaga panas bumi dan energi terbarukan lainnya.

"Kita akan memberikan dukungan dalam pengembangan energi ramah lingkungan dalam mengurangi emisi" jelasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD