AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Sri Mulyani Ingin Banyak Pembangkit EBT, Tapi Berat Bagi PLN

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 13:47 WIB
Pemerintah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen. Salah satunya dengan memperbanyak pembangkit listrik energi baru terbarukan.
Sri Mulyani Ingin Banyak Pembangkit EBT, Tapi Berat Bagi PLN (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memiliki komitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen. Salah satunya dengan memperbanyak pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), tetapi hal ini tidak mudah terutama bagi PT PLN (Persero).

Menurut Sri Mulyani, pengurangan emisi karbon hanya bisa dilakukan apabila pembangkit listrik beralis ke energi terbarukan. Dengan demikian hal ini menjadi tantangan bagi PLN.

"Transisi ini tidak mudah bagi PLN. Terutama sebagai perusahaan monopoli di bidang kelistrikan di Indonesia," ujar Sri Muyani dalam video virtual, Jakarta, Jumat (11/6/2021) 

Kata dia,  Indonesia memiliki komitmen mencapai porsi energi terbarukan sebesar 23 persen  pada 2025. Kebutuhan tersebut bisa menyulitkan PLN dari sisi biaya pembangkit listrik energi terbarukan. 

"Itu merupakan suatu komitmen yang memiliki konsekuensi keuangan luar biasa bagi PLN. Apalagi kalau kita lihat hari ini dalam kondisi Covid-19, di mana permintaan terhadap listrik menurun," imbuhnya.

Lanjutnya, pemerintah mengarahkan kebijakan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui pemberian stimulus. 

Menurutnya, stimulus serupa juga akan diberikan kepada bidang usaha yang ramah lingkungan. Beberapa stimulus yang telah tersedia yakni tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk impor, pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah (DTP), serta pengurangan pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk mendukung pengembangan proyek tenaga listrik bertenaga panas bumi dan energi terbarukan lainnya.

"Kita akan memberikan dukungan dalam pengembangan energi ramah lingkungan dalam mengurangi emisi" jelasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD