AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22180.30
2.12%
+461.24
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8-5,3 Persen di Kuartal II 2022

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 17:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan proyeksi ekonomi di kuartal II tahun 2022 masih ada di kisaran 4,8-5,3 persen. 
Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8-5,3 Persen di Kuartal II 2022. (Foto: MNC Media)
Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8-5,3 Persen di Kuartal II 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan proyeksi ekonomi di kuartal II tahun 2022 masih ada di kisaran 4,8-5,3 persen. 

Adapun indikator utama pendorong pertumbuhan adalah produksi dan konsumsi rumah tangga, yang memuncak saat momentum Ramadan-Idul Fitri.

"Itu di kuartal kedua growth kita antara 4,8% dengan upper end-nya di 5,3 persen. Kita mungkin memperkirakan akan lebih mendekati angka 5 persen daripada lower bound-nya," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/6/2022).

Menurut Sri Mulyani, pihaknya masih akan memantau perkembangan di bulan Juni ini dengan aktivitas yang masih sangat kuat, Kementerian Keuangan akan lebih optimis pertumbuhan ekonomi di kuartal II masih akan sangat kuat.

Belanja pemerintah, lanjut Sri Mulyani, tidak lagi jadi aktor utama seperti pada 2020 dan 2021 saat pandemi masih ganas.

Bahkan APBN sekarang lebih berfungsi sebagai peredam atau shock absorber, khususnya untuk menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah.

"Tren bagus dengan konsumsi meningkat, produksi meningkat, investasi tumbuh tinggi, dan ekspor tinggi. Ini menggembirakan, pertumbuhan ekonomi sekarang tidak tergantung dari APBN. Mesin ekonomi menyala di konsumsi dan ekspor," jelas Bendahara Negara itu. (FRI)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD