AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Sri Mulyani Sebut Produksi Minyak RI Terus Menurun 

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 30 November 2021 12:30 WIB
Sri Mulyani menyebutkan produksi minyak di Indonesia terus mengalami penurunan.
Sri Mulyani Sebut Produksi Minyak RI Terus Menurun (Ilustrasi)
Sri Mulyani Sebut Produksi Minyak RI Terus Menurun (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan produksi minyak di Indonesia terus mengalami penurunan. Pasalnya, penurunan produksi ini menurutnya akan berdampak pada kondisi makro ekonomi RI.

"Jika kita berbicara tentang migas di Indonesia, kita juga menyaksikan lifting migas terus menurun, lifting migas pada 2020 di angka 707.000 barel per hari. Dan tentunya jika kita juga melihat bahwa gas juga memproduksi 983.000 barrel setara minyak per hari," katanya dalam video virtual, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, kebutuhan minyak di dalam negeri tidak bisa terpenuhi dan menciptakan impor minyak yang semakin besar dan pada akhirnya berdampak pada neraca perdagangan.

"Ini jauh lebih rendah dibandingkan satu dekade atau dua dekade lalu, penurunan produksi terutama minyak, sebagai biaya, kesenjangan yang semakin lebar antara kebutuhan energi di Indonesia, baik dalam bentuk bahan bakar atau listrik yang terus meningkat," katanya.

Menurutnya, fakta bahwa produksi minyak dan gas terus menurun, menciptakan kesenjangan permintaan yang semakin lebar. Neraca perdagangan bakal memburuk bisa menciptakan kelemahan lain bagi perekonomian Indonesia.

"Jadi migas pasti menciptakan situasi yang menantang ini," katanya.

Dia menambahkan Indonesia juga saat ini sedang bertransformasi menuju net zero emission atau netral karbon, sehingga ini akan berpengaruh pada kebijakan di sektor migas.

"Hal ini tentunya juga menjadi tantangan bagaimana kita dapat meningkatkan produksi," tandasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD