AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

Startup Haus! Catat Pendapatan Rp250 Miliar di 2021

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 26 Januari 2022 10:16 WIB
Saat ini Haus telah memiliki sebanyak 165 Gerai dengan target penjualan di tahun 2022 akan menyiapkan ekspansi lebih cepat
Startup Haus! Catat Pendapatan Rp250 Miliar di 2021 (FOTO:MNC Media)
Startup Haus! Catat Pendapatan Rp250 Miliar di 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Salah satu Startup asal Indonesia yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B) yaitu Haus!, membukukan pendapatan sebesar Rp250 miliar di 2021. 

CEO & Co Founder Haus, Gufron Syarif menyampaikan pihaknya akan melakukan ekspansi dan pembukaan cabang di sejumlah wilayah di Indonesia menargetkan sebanyak 1000 Kedai minuman pada tahun 2025. 

“Tentunya strateginya selama 2021 distribusinya fully online, karena pandemi ini juga banyak dorong ke digitalisasi. Dan di tahun 2025 kami juga menargetkan memiliki kedai atau gerai sebanyak 1000 kedai di sejumlah wilayah di Indonesia,” kata CEO & Co Founder Haus, Gufron Syarif dalam peogram Power Breakfast IDX Channel, Rabu (26/1/2022).  

Gufron menuturkan, saat ini Haus telah memiliki sebanyak 165 Gerai dengan target penjualan di tahun 2022 akan menyiapkan ekspansi lebih cepat dengan membangun tim dan segala akselerasinya. 

“Untuk pendanaan sebelum adanya banyak gerak kita basicnya sharing to investor dan individu kita mengajak untuk berinvestasi. Yang ditawarkan dari market size  yang diproyeksikan ada market yang cukup besar,” ujarnya.  

Berbeda dengan startup F&B sejenis, Dia menjelaskan, Haus!'tidak menerapkan sistem franchise (waralaba) dalam ekspansi bisnisnya, tetapi seluruh gerai dimiliki atau dikelola penuh oleh manajemen Haus. 

“Itulah mengapa kita tak pake karena kita percaya bahwa pendanaan individu lebih menjanjikan. Dan mereka biasanya tak punya komitmen waktu dan belum tentu punya experience expertise di bidang PMI untuk jaga eksekusi produk yang dihandle sendiri,” pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD