"Dampaknya juga kepada pembayaran utang, terutama utang yang berdenominasi dolar menjadi lebih mahal, sehingga pembayarannya jadi lebih tinggi kalau rupiah lebih lemah. Ini berdampak dari sisi pembiayaan, bukan hanya untuk utang pemerintah tetapi juga utang swasta," kata dia.
Secara makro, PDB turut dompleng kinerja sektor riil seperti industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian. Kinerja industri ini tumbuh sebesar 5,04 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB dengan porsi 19,07 persen.
Di ranah perdagangan besar dan eceran tercatat tumbuh 6,26 persen dengan kontribusi sebesar 13,28 persen terhadap struktur ekonomi. Kemudian di ranah pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatatkan pertumbuhan 4,97 persen dengan porsi kontribusi sebesar 12,67 persen.
(Dhera Arizona)