AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Tangani Dampak Pandemi, Pinjaman PEN Daerah Dinilai Lebih Kompetitif

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 08 April 2021 12:40 WIB
Sepanjang 2020 terdapat 31 provinsi dengan kondisi perekonomian mengalami kontraksi rata-rata sebesar -1,25%.
Tangani Dampak Pandemi, Pinjaman PEN Daerah Dinilai Lebih Kompetitif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sepanjang 2020 terdapat 31 provinsi dengan kondisi perekonomian mengalami kontraksi rata-rata sebesar -1,25%. Untuk mencegah penurunan lebih jauh lagi, pemerintah pusat memberikan fasilitas pinjaman Pemulihan Ekonomi Daerah (PEN) kepada pemerintah daerah

PEN ini digunakan untuk mendanai kegiatan prioritas, terutama dalam menangani dampak pandemi Covid-19.

Municipal Rating Analyst PT Pefindo, Satria Pranata, menjelaskan, pinjaman PEN daerah ini sama seperti pinjaman daerah biasa. Akan tetapi, pinjaman ini dikhususkan untuk daerah-daerah yang terdampak pandemi Covid-19.

“Pinjaman kegiatan itu nantinya untuk infrastruktur. Sementara pinjaman program adalah program-program yang disepakati oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menangani pemulihan berbagai dampak kesehatan dan ekonomi di daerah,” jelasnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (8/4/2021). 

Sementara itu, kata dia, secara sederhana pinjaman PEN daerah ini dapat dikatakan burden sharing antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Secara umum, pinjaman PEN daerah ini juga dinilai lebih kompetitif dibandingkan dengan pinjaman daerah biasa.
 
“Salah satu yang kompetitif itu adalah tenornya. Jadi memang tenornya adalah jangka panjang yaitu delapan tahun. Ini tentu lebih lumayan panjang kalau kita consider terhadap rata-rata tenor di surat berharga negara. Kemudian, juga ada tingkat bunga yang khusus. Di mana, tingkat bunga ini memang diberikan secara spesifik dan itu bisa dibilang di bawah rata-rata pasar,” ujar Satria. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD