AALI
9950
ABBA
292
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3460
ADHI
840
ADMF
7700
ADMG
190
ADRO
2290
AGAR
364
AGII
1440
AGRO
1350
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
785
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.07
0.65%
+3.30
IHSG
6668.79
0.63%
+41.92
LQ45
949.53
0.66%
+6.18
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Tangani Limbah Medis Imbas Lonjakan Covid-19, Rumah Sakit Gandeng PPLI

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 21 Mei 2021 15:39 WIB
Untuk menangani lonjakan Covid-19 yang berdampak pada meningkatnya limbah RS, sejumlah rumah sakit telah melakukan sejumlah tindakan antisipasi.
MNC Media
MNC Media

IDXChannel- Untuk menangani lonjakan Covid-19 yang berdampak pada meningkatnya limbah RS, sejumlah rumah sakit telah melakukan sejumlah tindakan antisipasi. 

Wakil Direktur RSUD Cibinong Tomi mengatakan, sejumlah rumah sakit telah bersiap menghadapi potensi tersebut, mulai dari kesiapan tenaga medis hingga pengolahan limbahnya dengan menggandeng perusahaan penanganan limbah B3 seperti Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).

"Limbah medis yang timbul dari alat-alat yang digunakan dalam penanganan Covid-19 juga kita tangani baik. Semua kita musnahkan, baik dengan peralatan insinerator yang dimiliki rumah sakit atau dengan menggandeng perusahaan yang profesional dalam penanganan limbah B3 seperti PPLI," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (21/5/2021).

Limbah medis termasuk limbah covid seperti masker bekas pakai, selang oksigen, jarum suntik dan lain-lain tidak akan digunakan kedua kali. "Semua dimusnahkan, tidak dibenarkan untuk digunakan kembali atau dijual sebagai barang bekas. Itu sangat berbahaya, barang-barang itu harus steril," tegasnya.

Bahkan lanjut Tomi, sisa abu pembakaran limbah medis dari insinerator milik rumah sakit pun dikirimkan pihak RSUD kepada PPLI. "Karena RSUD sudah cukup lama bersinergi dengan PPLI terkait penanganan limbah B3 medis, mereka cukup profesional dan memiliki teknologi yang baik untuk mengolah limbah beracun dan berbahaya ," imbuh Tomi.

Sementara itu, Manager Humas PPLI Arum Pusposari mengaku lonjakan penderita Covid-19 memang tidak langsung dampaknya dirasakan PPLI. Namun pihaknya selalu siap mengolah limbah-limbah yang dikirimkan dari pihak rumah sakit termasuk limbah sisa penggunaan alat atau obat-obatan dari covid-19.

"Limbah medis berpotensi menimbulkan infeksius dan menjadi medium penyebaran wabah penyakit. Cara penanganannya pun tidak bisa sembarangan," ujarnya.

Untuk menunjang pemusnahan limbah medis tersebut, PPLI juga tengah mengembangkan teknologi insinerator yang cukup besar dengan kapasitas 50 ton per hari. Dengan teknologi tersebut, limbah medis baik padat maupun cair berapapun banyaknya dari tiap rumah sakit, puskesmas, klinik dan laboratorium uji medis bisa ditangani dengan baik.

"Sejak 2020, PPLI mulai melakukan pembangunan insinerator limbah B3 dan akan beroperasi pada Juni 2021 mendatang. Insinerator ini akan jadi yang terbesar dan termodern di Indonesia," jelas Arum.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD