AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Targetkan 70 Persen Divaksinasi Akhir 2021, Erick: Masyarakat Kurang Antusias 

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 17 September 2021 19:06 WIB
Pemerintah menargetkan 70 persen dari total penduduk Indonesia sudah mendapat vaksinasi Covid-19 hingga akhir Desember 2021. Namun, target tersebut melenceng.
Vaksinasi Covid-19 (Ilustrasi)

IDXChannel - Pemerintah menargetkan 70 persen dari total penduduk Indonesia sudah mendapat vaksinasi Covid-19 hingga akhir Desember 2021. Namun, target tersebut diproyeksi melenceng jauh. 

Hingga 16 September 2021, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 43.484.971 orang atau setara 20,88 persen dari target. Sedangkan, masyarakat yang baru disuntik vaksin dosis pertama baru 76.153.487 orang atau 34,69 persen.

Sementara target vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yang diprediksi pemerintah hingga akhir tahun ini sebanyak 208.265.720 orang atau 70 persen. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengakui vaksinasi nasional tahun ini tidak mencapai target. Namun, bukan tanpa sebab, dia pun membeberkan dua alasan utamanya. Pertama, keterlambatan pengiriman vaksin dari produsen farmasi yang menjadi mitra pemerintah, dari jadwal yang sudah disepakati. 

Dari kesepakatan awal, seyogyanya kedatangan vaksin ke Indonesia sudah terjadi pada periode Januari, Februari, dan Maret 2021. Namun, terdapat kendala dan akhirnya baru tiba pada Maret, April, Mei di tahun ini. 

"Nah, ini bukan alasan ya. Tetapi memang begini, ketika kita impor vaksin, kalau di awal-awal ingat tidak bahwa kita sudah dapat kepastian impor vaksin di bulan Januari, Februari, Maret waktu itu, tapi kan banyak yang telat juga, baru pada akhirnya Maret, April, Mei, ya memang ada keterlambatan dari situ," ujar Erick, Jumat (17/9/2021). 

Kurangnya antusias masyarakat terhadap program vaksinasi nasional sejak awal-awal dilaksanakan pemerintah pun menjadi sebab lain. Erick menilai, euforia masyarakat ingin divaksin baru mulai muncul akhir-akhir ini setelah data menunjukan 90 persen kematian pasien Covid-19 karena belum divaksin. 

"Kedua juga sama, awal-awalnya bangsa Indonesia pun juga ragu-ragu dengan vaksin, baru sekarang mau divaksin. Karena sekarang datanya sudah terlihat bahwa, mohon maaf mengucapkan ini, bahwa yang meninggal itu kan, ya memang belum divaksin, terbukti," katanya. 

Karenanya, vaksinasi 70 persen penduduk Indonesia tidak bisa dikejar hingga akhir 2021 ini. Target itu, kata Erick, akan digeser hingga 2022 mendatang. 

"Jadi memang, tentu, dibilang kita akan sesuai target? Saya rasa kita akan mundur sedikit. Dan tentu, kita harus berterima kasih juga lho pada TNI, Polri yang luar biasa. Mereka melakukan vaksinasi itu hampir 600.000 per hari. Dan di kementerian lain itu ada 400.000 per hari. Kita juga mengucapkan terimakasih juga pada pihak swasta yang banyak mendorong vaksinasi," ungkap dia. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD