AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Tegaskan Omicron Tidak Menginfeksi Paru, Erick: Jangan Panik dan Jaga Prokes

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 21 Januari 2022 20:47 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Covid-19 jenis Omicrom tidak menginfeksi hingga ke paru-paru.
Tegaskan Omicron Tidak Menginfeksi Paru, Erick: Jangan Panik dan Jaga Prokes(Dok.MNC Media)
Tegaskan Omicron Tidak Menginfeksi Paru, Erick: Jangan Panik dan Jaga Prokes(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan Covid-19 jenis Omicrom tidak menginfeksi hingga ke paru-paru manusia. Melainkan hanya berada di sekitar hidung dan mulut saja.

Erick mengingatkan masyarakat tetap waspada tanpa harus panik secara berlebihan. Artinya, terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat hingga mengikuti program vaksinasi yang terus digelar pemerintah dan otoritas terkait. 

"Dan hari ini ada Omicron, tapi kita tetap waspada, Omicron ini kan hanya sebatas hidung dan mulut, tidak masuk ke paru-paru, jadi semacam flu, jadi pakai masker, vaksin Booster tetap, tetapi tidak perlu panik berlebihan," ungkap Erick, Jumat (21/1/2022). 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui ada peningkatan kasus Covid-19 selama satu bulan terakhir. Peningkatan kasus varian Omicron terjadi pada 20 Januari.

Berdasarkan data GISAID yang dapat diakses secara umum per 20 Januari 2022 diketahui di Indonesia dalam satu bulan terakhir telah dilaporkan kasus Omicron sebanyak 817 kasus. Kasus Delta sebanyak 352 kasus. Dan kasus Alfa dan Beta sebanyak 0%.

Meski begitu dia mengungkapkan bahwa pengumpulan Whole Genome sequencing di berbagai negara belum tentu merepresentasikan seluruh kasus konfirmasi varian. Apalagi memang tidak semua sampel tidak dimasukkan ke dalam GISAID. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD