AALI
10075
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1410
ACST
274
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1740
AGAR
350
AGII
1475
AGRO
2040
AGRO-R
0
AGRS
208
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
234
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
750
AKRA
4650
AKSI
472
ALDO
730
ALKA
250
ALMI
236
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.49
0.24%
+1.25
IHSG
6652.41
0.29%
+19.44
LQ45
971.28
0.32%
+3.12
HSI
26090.25
0.28%
+72.72
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,819
USD/IDR 14,160
Emas
813,457 / gram

Tekan Impor BBM, Bamsoet Dukung BPPT Kembangkan Fast Charging Station Kendaraan Listrik

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Rabu, 01 September 2021 17:15 WIB
Bamsoet mendukung kinerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang pada tahun 2021 ini fokus menghasilkan berbagai prototype fast charging station.
Tekan Impor BBM, Bamsoet Dukung BPPT Kembangkan Fast Charging Station Kendaraan Listrik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mendukung kinerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang pada tahun 2021 ini fokus menghasilkan berbagai prototype fast charging station. 

Antara lain, SONIK R2 untuk kendaraan listrik roda dua, dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) level 6, memiliki kemampuan melayani 2 motor listrik sekaligus. Ada juga prototype fast charging station untuk kendaraan listrik roda empat, SONIK AC, dengan TKT level 6, berdaya 22 KW arus bolak-balik. 

"BPPT juga membangun Charging Station Management System (CSMS) berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelola Charging Station BPPT Thamrin, B2TKE Puspitek, PT LEN Bandung, SPKLU MT Haryono, dan SPKLU Lenteng Agung. BPPT juga sedang mengembangkan CSMS mobile application untuk user berbasis android dan iOS. Serta melakukan kajian model bisnis serta kerjasama di bidang penerapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkolaborasi dengan PT. Pertamina. Menunjukan bahwa bangsa Indonesia siap menyongsong era kendaraan listrik," ujar Bamsoet usai menerima Tim Kajian Charging Station Kendaraan Listrik BPPT, di Jakarta, Rabu (1/9/21). 

Turut hadir jajaran Tim Kajian Charging Station Kendaraan Listrik BPPT, antara lain Suripto, Alkadri, Suhandojo, Supriyanto, dan Ari Marsudi. 

Bamsoet menjelaskan, keseriusan Indonesia dalam menyongsong era kendaraan listrik juga terlihat dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) untuk transportasi jalan. 

Agar masyarakat semakin tertarik bermigrasi ke kendaraan listrik, salah satu kuncinya adalah pemerintah perlu memperbanyak pembangunan SPKLU, terutama di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali. 

"Data Kementerian ESDM mencatat, hingga Agustus 2021 sudah mulai terbangun 147 SPKLU di 119 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Targetnya, pada tahun 2030 bisa terbangun 25 ribu unit SPKLU. Agar pembangunan SPKLU bisa cepat selesai, pemerintah harus mempercepat proses perizinannya, sehingga berbagai badan usaha bisa tertarik membuat lebih banyak SPKLU," jelas Bamsoet. 

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, dari hasil kajian BPPT, dengan beralih ke kendaraan listrik, Indonesia bisa menurunkan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 51 juta barel (8,8 juta kiloliter) pada tahun 2030 dan sebesar 373 juta barel (setara dengan 64 juta kiloliter) pada tahun 2050. 

Dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per USD, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor bensin bisa mencapai 5,86 miliar USD atau sekitar Rp87,86 triliun pada tahun 2030 dan meningkat menjadi 82,20 miliar USD atau sekitar Rp1.232,93 triliun pada tahun 2050. 

"Kementerian ESDM memprediksi potensi produksi mobil listrik di Indonesia tahun ini mencapai 125 ribu unit serta untuk kendaraan dua mencapai 1,34 juta unit. Pada tahun 2030, ditargetkan mencapai 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada 2030. Dengan beralih ke kendaraan listrik, selain menghemat pengeluaran pribadi dan juga anggaran negara, masyarakat juga turut mensukseskan target pemerintah dalam menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030," ucap Bamsoet. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD