AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Tempat Wisata di KBB Masih Tutup Meski Sudah Masuk Zona Oranye, Ini Penyebabnya

ECONOMICS
Adi Haryanto
Jum'at, 13 Agustus 2021 20:43 WIB
Tempat wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat masih harus tutup hingga 16 Agustus 2021.
Tempat Wisata di KBB Masih Tutup Meski Sudah Masuk Zona Oranye, Ini Penyebabnya (Dok.MNC Media)
Tempat Wisata di KBB Masih Tutup Meski Sudah Masuk Zona Oranye, Ini Penyebabnya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Objek wisata di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih harus tutup hingga 16 Agustus 2021. Pasalnya, meski secara zona penyebaran COVID-19 KBB sudah zona oranye, namun hingga kini masih menerapkan PPKM Level 4 sesuai aglomerasi Bandung Raya.

"Objek wisata sementara masih tutup, meski sebenarnya KBB sudah zona oranye, tapi masih menerapkan PPKM Level 4. Kalau di Level 2, objek wisata bisa kembali buka, dengan syarat prokes harus ketat," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, KBB, David Oot, Jumat (13/8/2021).

David mengatakan, sesuai dengan SE PPKM Level 4 di wilayah KBB untuk sektor pariwisata memang ada kelonggaran. Namun aturan teknis itu hanya mencakup untuk resto, rumah makan, dan kafe pada area pelayanan terbuka. Pengunjung sudah diperbolehkan dine in atau makan di tempat. 

Itupun dengan syarat carring capasity 25%, operasional usaha sampai jam 20.00 WIB, tata layanan satu meja hanya berlaku untuk dua orang, serta dengan waktu lama makan dibatasi 20 menit. Prosedurnya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, dan menyiapkan fasilitas penunjang pencegahan COVID-19 juga. 

"Pariwisata itu menghendaki pergerakan manusia, namun sebaliknya COVID-19 menghendaki pembatasan pergerakan manusia, makanya pemerintah sangat ketat mengeluarkan kebijakan pembukaan objek wisata," terangnya. 

Dia pun selalu mengingatkan kepada para pengelola objek wisata agar menjalankan prokes (3M) yang sangat ketat dan disiplin. Terlebih seperti diketahui saat ini adanya varian baru COVID-19 (varian delta) yang penularannya lebih cepat dari varian sebelumnya. Maka dihimbau pelaku industri pariwisata agar lebih berhati-hati dan waspada.

Ketua Harian Satgas Covid-19 KBB, Asep Sodikin menyebutkan, KBB hingga kini masih menerapkan kebijakan seperti penerapan PPKM Level 4. Hal itu mengacu kepada aglomerasi wilayah Bandung Raya dan berdasarkan Inmendagri Nomor 30 tahun 2021. Oleh karenanya kawasan wisata belum bisa dibuka dan menerima kunjungan wisatawan. 

"Kalau mengacu evaluasi dari provinsi KBB sudah di zona orange. Hanya saja wisata masih belum buka, ada pelonggaran untuk tempat makan dengan kapasitas 25% dan batas waktu makan maksimal 20 menit," sebutnya.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD