BPS menekankan bahwa desil tidak ditentukan secara tunggal oleh tingkat penghasilan, daya listrik, atau jenis pekerjaan tertentu. Penentuan desil mengombinasikan berbagai karakteristik sosial ekonomi menggunakan pendekatan statistik Proxy Means Test (PMT).
Indikator yang dinilai mencakup kondisi hunian, sumber air bersih, bahan bakar memasak, kepemilikan aset, pola konsumsi listrik, tingkat pendidikan, pekerjaan, status kesehatan, hingga keberadaan anggota keluarga disabilitas.
Oleh sebab itu, desil bertindak sebagai panduan pemeringkatan bagi kementerian dan lembaga untuk menyasar prioritas program, dan bukan merupakan daftar tetap penerima manfaat.
Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencakup 290,13 juta rekam data individu serta 95,98 juta rekam data keluarga. Pemutakhiran dilakukan berkesinambungan melalui survei lapangan, data administratif daerah, hingga mekanisme usul sanggah oleh masyarakat.
Masyarakat yang ingin memperbarui data kependudukannya dapat memanfaatkan layanan resmi seperti situs Cek Bansos Kemensos, aplikasi SIKS-NG via operator desa/kelurahan, atau portal Cek DTSEN BPS (dtsen-form.bps.go.id).