AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Tersebar di 33 Provinsi, Kemenkes Temukan 2.252 Kasus Covid-19 Varian Delta

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Rabu, 15 September 2021 20:02 WIB
Kemenkes melaporkan temuan varian Delta Covid-19 sebanyak 2.252 kasus. Kasus tersebut tersebar di 33 Provinsi yang ada di Indonesia.
Varian Covid-19 Delta (Ilustrasi)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melaporkan temuan varian Delta Covid-19 sebanyak 2.252 kasus. Kasus tersebut tersebar di 33 Provinsi yang ada di Indonesia.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengatakan sampai saat ini tidak kurang dari 6.253 hasil sekuensing telah dilaporkan. 

"Dan dari total tersebut 2.252 nya adalah varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia,” ungkap Nadia dalam Konferensi Pers secara virtual, Rabu (15/9/2021).

Nadia juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari ini tersebar informasi terkait munculnya atau ditemukan varian-varian baru virus Covid-19 memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi atau memiliki kekebalan terhadap vaksin.

“Dan tentunya dari Kementerian Kesehatan dan juga para sektor lainnya akan terus memantau dan melakukan pemeriksaan sekuensing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun yang terjadi melalui penularan lokal di negara kita,” kata Nadia.

Nadia juga memastikan Kemenkes terus memantau semua varian Covid-19 yang muncul baik variant of concern (VoC) ataupun variant of interest (VoI) yang telah ditetapkan oleh WHO. “Selain itu, kita juga akan memantau semua varian-varian yang muncul baik itu variant of concern atau varian Alfa dan Beta. Dan juga varian of Interest yaitu Gamma dan Delta.”

“Walaupun varian interstudi seperti varian Eta, Iota, Lambda dan Mu merupakan varian yang belum masuk ke Indonesia tetapi tetap harus kita waspadai termasuk varian lokal yang mungkin muncul di Indonesia,” katanya. 

Selain itu, Nadia memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas di pintu-pintu masuk dan menyusun kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian-varian yang berasal dari luar negeri tersebut.

“Dan kita terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbaharui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi masuk dan menyebar di Indonesia ini,” tegas Nadia. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD