AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Tertinggi dalam 10 Tahun, Kemendag Proyeksi Ekspor RI Tembus USD200 Miliar di 2021

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 24 November 2021 11:03 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kinerja ekspor Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun 2021.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kinerja ekspor Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun 2021. (Foto: MNC Media)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kinerja ekspor Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kinerja ekspor Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun 2021. Bahkan, nilainya akan menyentuh angka di atas USD 200 miliar.

Selama periode Januari-Oktober, ekspor Indonesia menyentuh angka USD186,32 miliar, naik 41,8 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Capaian tahun ini sudah cukup tinggi, mungkin kita bisa perkirakan sampai akhir tahun ekspor bisa di atas USD 200 miliar, sehingga itu jadi capaian yang cukup memberi indikasi tingkat yang lebih tinggi dr yang pernah kita capai di tahun 2011 lalu, yaitu USD 203 miliar," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kemendag Kasan dalam webinar Indef, Rabu (24/11/2021).

Kasan membeberkan, kinerja ekspor Indonesia pada kuartal III berkontribusi signifikan pada pemulihan ekonomi tahun 2021. Ekspor non migas bulan Oktober mencapai nilai USD 21 miliar atau naik 6,75 persen month-to-month dan secara kumulatif mencapai angka USD 176,47 miliar atau naik 41,26 persen month-to-month.

Kenaikan ini, menurutnya, tidak hanya disebabkan oleh harga komoditas namun juga perubahan struktur ekspor. Tercatat, sebagian besar komponen ekspor berasal dari produk manufaktur.

"Sepuluh komponen utama ekspor non migas, di luar batu bara dan CPO, itu produk manufaktur, seperti besi baja, elektronik, otomotif, alas kaki. Seyogyanya, struktur yang ada sekarang kita akan dorong ke produk hilir supaya volatilitas harga komoditi bisa kita redam," ujar Kasan.

Kasan yakin, tren positif ini terus berlanjut dan memberikan dampak untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2022. Diharapkan, kinerja ekspor dan impor akan menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Namun untuk tahun depan, outlook yang sudah digambarkan lembaga internasional, target yang sudah ditetapkan pemerintah, tentu dipengaruhi faktor internal dan eksternal," katanya.

Adapun, beberapa lembaga dunia seperti Bank Dunia memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen tahun depan. International Monetary Fund (IMF) bahkan menaruh angka lebih tinggi, yaitu 5,9 persen. Sementara, berdasarkan asumsi makro 2022, pertumbuhan ekonomi tahun depan diramal mencapai 5-5,5 persen. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD