AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Tertinggi Sejak Pandemi, Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Tumbuh 11 Persen

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Selasa, 19 April 2022 23:10 WIB
Konsumsi listrik industri tekstil di Jawa Barat tercatat mengalami kenaikan sebesar 11 persen, atau mengalami pertumbuhan tertinggi sejak dua tahun terakhir. 
Tertinggi Sejak Pandemi, Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Tumbuh 11 Persen
Tertinggi Sejak Pandemi, Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Tumbuh 11 Persen

IDXChannel - Konsumsi listrik industri tekstil di Jawa Barat tercatat mengalami kenaikan sebesar 11 persen, atau mengalami pertumbuhan tertinggi sejak dua tahun terakhir. 

Pertumbuhan konsumsi listrik sektor tekstil pada Januari-Maret 2022 tumbuh mencapai 11% atau sebesar 1,53 Terawatt Hour (TWh), dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada dua tahun berturut turut sebelumnya yaitu -4% atau sebesar 1,50 TWh di 2020 dan -8% di 2021. Pada triwulan pertama tahun 2021 tersebut, konsumsi listrik industri tekstil mencapai titik terendah yang hanya sebesar 1,38 TWh. 

“Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi, industri tekstil mulai bangkit dan kembali menjadi salah satu sektor yang konsumsi listriknya tinggi. Berdasarkan data PLN UID Jabar, performa industri garmen, tekstil sepanjang triwulan 1 tahun 2022 ini berada di zona positif pertama kalinya selama pandemi," kata Manajer Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Muhammad Ardian. 

Selain karena peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2022, PLN juga mencatat adanya kenaikan penggunaan listrik oleh beberapa pabrik tekstil yang mengalihkan sumber listriknya dari pembangkit sendiri ke listrik PLN melalui program insentif Captive Power.   

“Melalui program insentif Captive Power ini, beberapa pelanggan tekstil yang sebelumnya menggunakan pembangkit listrik miliknya sendiri, kini beralih menggunakan listrik PLN. Atas pengalihan tersebut, PLN memberikan diskon atau insentif tarif yang lebih kompetitif jika dibanding pelanggan harus mengoperasikan pembangkit listriknya”, papar Ardian.     

Di Jawa Barat sendiri, industri tekstil dan produk tekstil terbesar untuk daya 200 kVA ke atas berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya sebanyak 248 pelanggan dengan total daya 332,65 Mega Volt Ampere (MVA). Peringkat kedua ditempati PLN UP3 Cimahi sebanyak 183 pelanggan dengan daya 281,34 MVA. Sedangkan peringkat ketiga industry tekstil terbanyak berada di PLN UP3 Bandung sebanyak 124 pelanggan dengan total daya 213,11 MVA.  

Pada tahun 2022, Ardian optimistis konsumsi listrik industri tekstil dan produk tekstil di Jawa Barat akan semakin tumbuh seiring pertumbuhan industri tekstil itu sendiri dan kondisi perekonomian Indonesia yang lebih baik. 

(NDA)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD