AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Terus Dikebut, Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Bangka Tengah Sudah 39 Persen

ECONOMICS
Rachmat Kurniawan/Kontri
Selasa, 25 Januari 2022 12:49 WIB
Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan pada Selasa (25/01/2022) hari ini capaian vaksinasi anak dapat mencapai 45 persen lebih.
Terus Dikebut, Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Bangka Tengah Sudah 39 Persen (FOTO:MNC Media)
Terus Dikebut, Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Bangka Tengah Sudah 39 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Bangka Tengah hingga Senin (24/01/2022) telah mencapai 39 persen. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan pada Selasa (25/01/2022) hari ini capaian vaksinasi anak dapat mencapai 45 persen lebih.  

"Alhamdulillah hingga Senin kemarin jumlah anak usia 6-11 tahun yang telah tervaksin sudah mencapai 39 persen. Mudah-mudahan hari ini vaksinasi kepada anak bisa mencapai 45 persen," ujar Wakil Bupati Kabupaten Bangka Tengah Herry Erfian usai meninjau vaksinasi anak di SDN-10 Koba pada Selasa (25/01/2022). 

Pihaknyapun akan terus melakukan percepatan guna menciptakan herd immunity di lingkungan sekolah dan masyarakat. 

"Kita akan terus melakukan percepatan vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun guna menciptakan herd immunity. Namun demikian kita akui ada beberapa kendala yang di temui dalam pelaksanaan vaksinasi anak ini," ungkapnya. 

Lebih lanjut ia pun menuturkan,  salah satu permasalahan yang dihadapi dalam vaksinasi anak ini yakni adanya surat edaran dari pihak sekolah yang bernarasi tidak bertanggung jawab terhadap kesehatan siswa usai vaksinasi. 

"Salah satu permasalahan yang kita temukan dan di alami langsung oleh petugas kita dari Dinas Kesehatan dan TNI Polri adalah adanya surat edaran yang di keluarkan pihak sekolah, dan di dalam surat edaran tersebut terdapat satu bahasa atau narasi yang menyebutkan setelah anak-anak di vaksin pihak sekolah tidal bertanggung jawab terhadap kondisi anak-anak. Bahasa-bahas seperti ini lah yang membuat orang tua enggan membawa anaknya kesekolah untuk mengikuti vaksin," terangnya.  

Namun dirinya menegaskan jika pihaknya akan bertanggung jawab terhadap anak-anak di daerahnya yang mengikuti vaksin.  

"Terkait hal ini kami sudah nerkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan TNI Polri, bahwa kita dari Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tetap bertanggung jawab terhadap kondisi anak-anak usai di vaksin. Jadi tolong surat-surat tersebut tidak menjadi alasan bagi orang tua untuk tidak mengikut sertakan anaknya dalam vaksinasi ini," ujar Erfian.  

Sebelum melaksanakan vaksinasi, Erfian menyebutkan jika pihaknya selalu memberikan sosialisasi dan edukasi terlebih dahulu kepada orang tua terkait pentingnya vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD